Minggu, 19 Mei 2013

Kamu, kamu & kamu


Malem ini sepi banget bro, . . . .
Kaga ada kawan nih. . . .
Chat fb sepi. . . .
Twitt sepi, . . .
Sms sepi, . . .
Kaga ada telpon masuk, . . . .
Terus gue harus kek mana???
Mampir aja dah ke blog gue, gue nyurahin semua disini apa yang ada dalam otak panas gue ini, biar kaga sepi and ada gawe ngetik. . . . .

“Cinta adalah caraku bercerita tentang dirimu, caraku menatap kepergianmu, dan caraku tersenyum saat berada di sampingmu”

Cinta sejati gak harus ada kebohongan di dalam percintaan tersebut. Dan bukan cuma sebagai status aja. Cinta itu berasal dari lubuk hati yang paling dalam dan sangat mencintai satu sama lain. Karena cinta itu adalah anugerah, simbol kesetiaan yang pasti dimiliki oleh semua orang yang bernyawa.

Tapi, apakah kamu tau siapa orang yang bener-bener sayang sama kamu? Apakah kamu tau siapa orang yang menyayangimu dengan tulus? Apakah kamu tau siapa orang yang mau menerimamu dengan apa adanya?  Dia bukanlah orang yang sekedar tau apa yang kamu suka dan kamu benci, tapi dia adalah orang yang mengerti apa yang terbaik buat kamu. Dia bukan orang yang sengaja perhatian sama kamu, tapi orang yang selalu mengerti keadaanmu. Dia bukan orang yang ingin memiliki kamu, tapi orang yang rela kehilangan kamu demi kebahagianmu. Dia bukan orang yang berani menyentuhmu, tapi orang yang merasa kamu terlalu suci untuk di sentuh. Dan dia bukanlah orang yang suka dengan keindahan yang ada pada dirimu, tapi orang yang mau menerima kamu dengan apa adanya.

Sebagai manusia kita pasti punya harapan. Menurutku harapan itu ada untuk diwujudkan, karena harapan itu adalah hal yang bisa memotivasi kita untuk mendapatkan apa yang telah kita harapkan. Tapi ada yang bilang, untuk bahagia kita gak boleh terlalu berharap, karena jika kita terlalu berharap, bisa jadi yang kita dapat bukan kebahagiaan, melainkan sebuah kekecewaan. Dan disinilah awal kisah penuh kebahagiaan sekaligus kekecewaanku.
***
Aku seorang lelaki lugu yang gak terlalu ngerti sama kalimat cinta. Aku gak pernah ngerasain gimana tulusnya menyayangi seseorang. Dan aku gak pernah tau gimana rasanya di sayangi seseorang dengan penuh ketulusan. Mereka bilang aku terlalu ketinggalan dalam masalah ini. Tapi aku gak merasa di kecilkan hanya gara-gara kalah dalam hal cinta. Aku pun selalu bertanya-tanya. Apa sih pentingnya punya suatu ikatan di usia dini? Apa sih untungnya klo kita bisa punya status berpacaran? Dan apa sih gunanya kita punya seseorang yang bisa kita pamerkan kemana pun kita pergi? Menurutku semua itu hanyalah hal yang terpengaruh oleh berkembangnya zaman di era ini.


Seperti yang aku ketahui dari sebagian besar orang yang berpacaran. Mereka tentu pernah atau bahkan selalu merasakan yang namanya sakit hati. Kalau sudah begini, timbul lagi pertanyaan di benakku. Apa pacaran itu cuma buat bikin seseorang sakit hati? Apa pacaran itu cuma buat bikin nangis? Apa pacaran itu cuma buat merubah hubungan yang dulunya teman menjadi musuh? Pacaran itu bukan bicara masalah status, pacaran itu juga bukan bicara masalah setia atau tidak setia. Tapi pacaran itu bicara masalah tanggung jawab. Tanggung jawab atas apa yang sudah di katakan sebelumnya, dan tanggung jawab mewujudkan apa yang telah kita katakan.
***
Melihatmu seperti ingin melihat deburan ombak di padang pasir
Menyentuhmu seperti ingin menyentuh air dalam botol
Berada di sampingmu seperti mimpi yang takkan pernah jadi nyata
Berbicara denganmu seperti ingin mengajak bicara sebuah manekin yang tak bernyawa

Andai kamu tau.. Kamu adalah hal yang paling bisa membuatku tegar dalam menghadapi semua masalah dalam hidupku. Kehadiranmu selalu berhasil membuat senyuman ini muncul dengan renyahnya tanpa beban. Tutur katamu, bahasamu, tingkah lakumu, semua begitu indah di mataku, begitu indah di telingaku dan begitu indah untuk ku rasakan.

Andai kamu tau.. aku mulai belajar menyayangimu dengan tulus. Kamu salah jika kamu beranggapan bahwa aku gak punya rasa
cinta yang sebenarnya. Kamu salah.. Kamu salah.. Kamu salah.. Aku hanya menunggu waktu yang tepat, waktu dimana aku bisa menunjukkan bahwa aku beneran sayang kamu. Apa itu salah?

Sebenarnya aku pengen banget bilang  hal ini sama kamu, tapi kenapa? Kenapa kamu gak pernah ngijinin aku tau sejauh mana
pribadimu? Seberapa besar ketulusanmu dalam menghadapi segala masalahmu? Setinggi apakah niatmu untuk jadi yang terbaik di hari-hari orang lain? Kenapa? Kenapa? Haa? Kenapa sekarang kamu malah menjauh? Menjauh dari ragaku, menjauh dari mataku, menjauh dari hari-hariku. Kenapa juga kamu tiba-tiba datang kembali seolah memberikan harapan itu? Dan kenapa juga kamu pergi lagi? Kenapa? Cuma mau bikin aku nangis? Iya? Kalau iya, selamat ya, kamu udah sukses banget bikin aku nangis, kamu udah sukses banget bikin aku kecewa. Kecewa sama tingkah lakumu, tingkah laku yang menarik ulur hatiku. Ini bicara masalah perasaan yang gak bisa kamu buat mainan. Ini bicara masalah hati yang sakitnya sulit terobati. Ini bicara masalah manusiawi. Ini bicara masalah aku dan kamu, bukan dia atau mereka.

Aku bukan mereka, yang dengan gampangnya bilang atau nunjukin kalau mereka suka sama kamu. Aku lebih ke kodratku sebagai seorang
lelaki yang menunggu seorang wanita yang dengan ikhlas menunjukkan rasa sukanya padaku. Jadi jangan menginginkan aku berperilaku yang sama seperti mereka. Karena aku gak bisa. Aku cuma bisa ngasih kode, ketika aku udah mulai perduli sama kamu, perhatian sama kamu, udah mulai nyoba hafalin rutinitasmu, jadwal-jadwal kegiatan kamu, ngertiin kamu, itu berarti aku juga suka sama kamu. Apa itu kurang jelas? Apa kamu se-odong itu sampai gak ngerti semua hal yang secara tersirat udah terlihat?
***

Hal yang aku takutkan ketika aku udah mulai mengenal cinta udah bener-bener terjadi. Dan semua hal ini telah sanggup membuatku memahami banyak hal tentang cinta. Salah satunya adalah cinta itu suatu hal yang bisa bikin kita tertawa, bukan menangis. Jika kamu punya cinta dan kamu menangisi cintamu, maka itu belum bisa disebut dengan cinta yang sesungguhnya.

Sekarang aku hanya berharap, suatu hari nanti Tuhan akan memberiku sebuah keindahan yang tiada tara sebagai pengganti kekecewaan ini. Aku akan selalu belajar menikmati, menghargai dan menjalani hidupku dengan apa adanya. Karena kebahagiaan gak akan pernah datang kepada mereka yang gak pernah menghargai apa yang mereka punya saat ini.  
                                                    |T|H|A|N|K'|S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Tidak ada komentar:

Posting Komentar