Jumat, 17 Mei 2013

"LIHAT, DENGAR, RASAKAN ISI JIWAKU"

Jumpa kembali bersama saya, Arwen Whendie dengan nama New CR7 era mahasiswa.
Saat ini aku akan menuliskan kisah ter-hot di dalam diri saya. . . .
Tidak banyak yang tahu siapa saya. . . .
Hanya kaum-kaum ganteng dan cantik yang mengenal saya. . . .

Oke lanjut ke cerita, . . .
saya biasa dipanggil Arwen or Whendie or CR7. . . .
saat ini, saya merasa gelisah dan nampak ragu. . . .
sekarang bahasa akan saya ganti dari yang tadinya “saya” akan saya ganti dengan kata “aku”, karena biar sedikit romantis gituh. . . .hahaha

aku pada hari ini, Jum’at pada pukul 10 malam kurang 2 menit ini merasa galau dengan menuliskan cerita ini. Sedikit risau dan gelisah yang ada dalam diri ini.
Entah mengapa aku merasakan ini. 
Mungkin karena mengingat betapa keras dan kasarnya (emangnya batu kok keras. . . . ..  ..) perjuangan yang aku alami selama 2 tahun lebih ini.
Aku, yang dipanggil playboy (padahal mah kaga. . .orang aja yang sok tau kalo aku palyboy. .) menanti seorang kekasih yang mungkin bagiku itu “PERFECT” lah. . . . .

Selama 2 tahun aku nyoba deh buat sabar nunggu cinta itu datang. Terkadang aku merasa kesepian saat dia tidak ada, terkadang aku merasa bahwa dunia kok hampa yah tanpa dia, kok terasa sunyi banget yah, seakan dunia ini ga ada orangnya sama sekali.

2 tahun aku merasa kayak orang goblok deh nungguin cinta yang orang kata “ga pasti”. Bagiku mah kalo namanya cinta, apapun rela dan sabar dalam mencintai, tanpa beban, tanpa kesulitan.
Namun terkadang aku benci loh sama egoisnya, sama manjanya, sama sifatnya, sama tingkah lakunya, sama kegiatannya yang kadang membuat aku rindu karena ga ada dia, sama semangatnya, sama canda tawanya, sama tangisnya, sama semua hal yang selama 2 tahun ini aku rasakan saat aku dan dia seperti 2 penghuni bumi tanpa orang lain yang ada.

Aku merasa bahagia dan happy saat dia ada di dekatku. Terkadang aku cemburu saat dia ada disamping lelaki lain. Tapi, dia kan bukan milikku, mengapa aku harus cemburu?marah?dll?
Toh mana mungkin dia mau sama aku, yang jelek, yang nakal, yang dia bilang aku playboy, yang dia bilang aku sombong, yang jahat, dan semua hal buruk dah (kok ga ada baiknya yakkk. . .. . . . . . . .plakkkkkk).
Selama 2 tahun mungkin kurang cukup bagiku untuk mengenal pribadinya. . . . .

Dia yang berubah-ubah seperti unta lari kemana-mana. Dia yang membuatku selalu tertunduk lesu dan berusaha membuat dia bahagia apapun yang terjadi dan kapanpun serta dimanapun. Terkadang aku selalu mengatakan “ aku akan selalu mencoba untuk bahagia jika kamu bisa bahagia dengan siapapun itu”.
Memang benar, karena aku merasa bahwa aku emmang cinta dan sayang sama dia. Terkadang aku merasa bahwa dia memang orang yang mempunyai sifat dan sikap yang aku suka (walaupun terkadang ngejengkelin buangetttt. . . .)


Teringat dengan kata BERTEMAN SAJA DAN KATA OK..DEAL


Saat itulah aku tidak sedih. Entah mengapa aku tidak bisa sedih. Bagiku itu adalah jawaban yang pasti dan mungkin memang dari dia pribadi. Aku merasa bahagia setelah berani mengatakan segalanya dihadapan dia. Berani mengatakan dengan secara jujur dan mengakui segala perasaan yang memang ada di dalam hatiku ini.
Bagi orang lain mungkin yah ga berani. . . apalagi temenku dengan inisial SASMI. Seorang penakut yang ga berani jujur sama cewek yang di suka dia semenjak
HAHAHAHAHA. . . . .

ITU KENYATAAN BRO. . .

Jujur, sampai saat inipun terkadang rasa iu masih ada. Terkadang dia membayang dalam pikiranku saat ada wanita yang dekat dengaku. Terkadang aku berusaha menjaga jarak dengan wanita lain agar dia tahu kalo aku memang sayang sama dia. Cuma memang mungkin dia tak percaya dengan diriku yang sudah di CAP sama dia . . . . . .PLAYBOY.

Sampai suatu saat dia menanyakan hal tersebut kepada seseorang tentang hal itu. Sampai aku jawab kepada seseorang itu “KALO GUE GA SAYANG, MANA MUNGKIN SEORANG WENDY MAU NUNGGU MPE 2 TAHUN??? LOE TAU GUE KAN???????”
Itu jawabanku, secara jujur dan tegas karena memang itu yang aku rasakan.
Ketidakwarasan yang ada padaku, yang membuat bayangmu selalu ada dan menenteramkan malamku dalam hangatnya tidurku.

Senyumanmu membuatku lebih tenang. . . .

Dan aku merasakan saat ini. . . . .

Kamu tidak ada lagi disampingku, . . . . .

Tidak ada lagi kamu disini disampingku, . . . . .

Aku kurang nyaman dengan tidak adanya dirimu, . . . .

Bagaikan aku dan tembok kamar yang tidak dapat dipisahkan saat dikamar, . . . .

Aku merasakan mimpi yang tidak sempurna dalam hidupku, . . .

Aku merasakan bahwa kamu tidak ada lagi disampingku , . . . .

Untuk menemaniku dalam laranya pilu hidup. . . .

1 komentar: